rakyat-miskin-demo

Penjajahan Ekonomi

kemiskinan 1

SAAT ini Indonesia tengah berada dalam kondisi kritis yang harus segera diberi penanganan. Ancaman dari dua racun yang sangat berbahaya, yakni neoliberalisme dan neoimperialisme, telah meluas dan menguat dari waktu ke waktu. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan segala kekayaan yang dimilikinya dan predikat ‘meredeka’ nya akan dipertanyakan kermbali.

Apa itu neoliberalisme? Neoliberalisme yang juga dikenal dengan paham ekonomi liberal berfokus pada perdagangan bebas atau pasar bebas. Hal ini tentu sangat berbahaya karena berpotensi mematikan produk-produk dalam negeri. Salah satu jalan yang ditempuh dalam neoliberalisme ini adalah penghapusan subsidi yang saat ini sedang menjamur di Indonesia.

Sedikit demi sedikit pemerintah mulai mengahpus subsidi yang dahulunya dinikmati oleh rakyat Indonesia. Sebagai contoh, jika pemerintah menghapus subsidi BBM, harga BBM akan menyesuaikan harga pasar. Di sisi lain, dengan banyaknya SPBU asing yang telah tersebar di Indonesia, masyarakat Indonesia akan lebih memilih SPBU asing yang menyediakan BBM dengan kualitas lebih baik namun harganya tidak berbeda jauh dari harga BBM lokal.

Hal inilah yang kini terjadi di Indonesia; SPBU – SPBU asing mulai banyak diminati masyarakat Indonesia. Tidak hanya BBM, pencabutan subsidi juga dilakukan pemerintah pada gas dan listrik. Kebijakan – kebijakan di Indonesia sudah semakin liberal. Kondisi seperti ini hanya akan menguntungkan asing dan semakin menyengsarakan rakyat.

Di sisi lain, neoliberalisme ini erat kaitannya dengan neoimperialisme, sebuah penjajahan gaya baru, yang kini tengah mencengkeram Indonesia dengan sangat kuat. Dalam penjajahan gaya baru ini, penjajah tidak perlu lagi menggunakan senjata atau menjajah secara fisik. Negara terjajah akan dengan sendirinya menyerahkan kekayaannya kepada penjajah.

Inilah penjajahan dengan cara yang sangat halus sampai-sampai negara yang dijajah tidak menyadari bahkan sangat menghormati penjajahnya. Fenomena inilah yang kini mudah sekali kita temukan di negeri ini. Mau menilik Freeport? Yuk lihat Freeport sudah mengeruk berapa banyak kekayaan Indonesia. Dari mulai masih berbentuk gunungan hingga kini sudah menjadi lubang besar.
Konon, emas yang yang diambil baru satu gunungan. Di bawahnya, masih ada dua gunungan lagi yang siap sedia untuk dikeruk mereka yang kemudian hasilnya dijual ke Indonesia dengan harga yang melambung, pun juga dibeli oleh masyarakat kita. Miris, bukan? Itu baru emas, bagaimana dengan yang lain?

Contoh lainnya adalah tambang minyak. Pada even Pertamina Goes to Campus 2015 yang diselenggarakan di UGM beberapa waktu lalu, dipaparkan bahwa Pertamina hanya memiliki sekitar 20% minyak di Indonesia. Sisanya? Tentu, siapa lagi kalau bukan para penjajah alias asing?

Tidakkah kita geram melihat fakta ini? Fakta bahwa kekayaan Indonesia dikuasai asing sementara rakyat Indonesia ini masih banyak yang miskin, kelaparan, dan tidak mendapat penghidupan yang layak? Penyerahan SDA kepada asing tentu sangat merugikan Indonesia.

Padahal jika semua kekayaan itu dikelola sendiri, negara akan memperoleh pemasukan dalam jumlah yang luar biasa besar. Namun, karena kekayaan tersebut yang menikmati adalah asing, salah satu dampaknya kini hutang Indonesia semakin bertumpuk. Jika dibagi rata, setiap bayi yang baru lahir menanggung beban hutang sebesar 15,2 juta. Konon, menurut suatu analisis, Indonesia sudah tidak mampu membayar hutang-hutangnya. Sungguh memprihatinkan. Lalu bagaimana tindakan kita?

25bocah-seberangi-sungai2

Islam telah memerintahkan kita untuk saling mengingatkan dan tidak berdiam diri ketika ada kerusakan di depan mata kita. Kita, sebagai seorang muslim, sebagai warga negara Indonesia yang menyadari kerusakan ini, sudah seharusnya kita mengingatkan penguasa dan mengambil tindakan penyadaran terhadap ummat tentang kondisi Indonesia saat ini.

Hal tersebut karena bukan tidak mungkin banyak rakyat Indonesia yang belum mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi di Indonesia saat ini. Dan ini tentu saja tidak terlepas dari pelalaian terhadap hukum-hukum Allah yang mengakibatkan timbulnya kerusakan seperti saat ini

About indra Diansyah

3 comments

  1. Pingback: Amy Jackson

  2. Pingback: 我他媽的媽媽

  3. Pingback: 他妈的谷歌

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*